Cerita Singkat Mengikuti Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2019 di Bali

Sela Darmiayati ketika mengikuti Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2019 di Bali, beberapa waktu lalu. Foto dok : Sela RK-Rebonk/YP

Saya Sela Darmiayati salah seorang dari Relawan Bentangor untuk Konservasi (RK-REBONK) Yayasan Palung berkesemaan mengikuti Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2019 dilaksanakan dilaksanakan pada tanggal 10-12 Oktober 2019 bulan lalu, di Bali.

Satu hari sebelum acara dimulai, tepatnya pada 09 Oktober 2019 pukul 10.00 WITA, kami para peserta telah ditunggu oleh panitia di bandara I Ngurah Rai,Bali.

Para peserta dijemput menggunakan bus di dua titik penjemputan, yaitu Bandara Ngurah Rai dan Terminal Mengwi. Kami pun diantar ke lokasi Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2019 di Bumi Perkemahan Margarana, Jalan Tunjuk Marga, Nomor 28, Marga Dauh Puri, Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Lokasi ini memiliki luas kawan luar 3,5 hektar dan luas kawasan dalam 4 hektar, serta kawasan parkir 800 hekar. 

Jarak tempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Bumi Perkemahan Pramuka Margarana sekitar 38.6 km dengan kisaran waktu 1,5 jam dan dapat di akses dengan transportasi roda empat. Sesampai di lokasi Jambore kami disambut panitia yang sangat ramah. 

Sela bersama teman-temannya peserta jambore berfoto bersama. Foto dok : Sela RK-Rebonk/YP

Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2019 dijadikan sebagai wadah berkumpulnya seluruh Penggerak dan Relawan yang peduli persoalan Persampahan di Indonesia. Kali ini Jambore bertema “Membangun Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor Untuk Keberlanjutan Pengelolaan Sampah di Indonesia”.

Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah 2019 merupakan Jambore keempat yang dihadiri 400 peserta dari berbagai komunitas yang ada di Kabupaten/Kota di Indonesia.Provinsi Kalimantan Barat diwakili oleh 4 orang peserta yaitu saya yang bernama Sela Darmiyati dari OrganisasiREBONK (Relawan Bentangor Untuk Konservasi) Yayasan Palung, dan teman saya yang bernama Rio Friyadi dari komunitas SKKU (Sekumpulan Komunitas Kayong Utara) kemudian 2 orang teman lagi berasal dari Pontianak, mereka merupakan DLH Pontianak. Usia peserta Jambore yaitu di atas 17 tahun dan telah melakukan pendaftaran peserta secara Online. 

Sebelumnya, Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah dilaksanakan di Solo pada tahun 2016 di Banda Aceh tahun 2017, dan di Malang pada tahun 2018. Jambore ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan sampah sejenis sampah Rumah Tangga,terciptanya jaringan Strategis Nasional yang Mengimplementasikan gerakan Indonesia Bersih dan Bebas Sampah,terciptanya Rencana Aksi Forum Komunikasi Provinsi Bebas Sampah dalam jangka waktu pendek,menengah,dan panjang. Serta terdatanya pegiat peduli persampahan di berbagai wilayah di Indonesia.

Kegiatan Jambore ini sangat penting sekali untuk saya ikuti sebagai salah satu pegiat sampah karna pada Jambore ini membahas 13 Isu-isu penting mengenai persampahan Nasional yang menjadi hasil dari pembahasan Jambore tahun-tahun sebelumnya. 13 Isu persampahan tersebut yaitu:

  1. Isu Pendidikan Karakter
  2. Masalah Sampah Berceceran
  3. Strategi Pengurangan Sampah
  4. Isu Sampah Organik
  5. Keberlanjutan/Sustainable
  6. Teknologi yang Tepat
  7. Gerakan/Melalui Jambore dan Komunitas
  8. Penegakan Hukum
  9. Kelembagaan (Kapasitas SDM Lembaga Terkait)
  10. Wilayah Terluar
  11. Isu Sampah Organik
  12. Isu Pembiayaan Berkeadilan
  13. Solusi Pengelolaan Akhir
Sela (RK-REBONK) dan temannya perwakilan dari Kalbar. Foto dok : Sela RK-Rebonk/YP

Saya pribadi sangat senang ketika mengikuti kegiatan Jambore Indonesia Bersih dan Bebas sampah 2019 di Bali, karena dengan kegiatan tersebut saya bisa bertemu dan bertukar pikiran dengan orang-orang yang mempunyai kepedulian terhadap lingkungan, tentu hal itu menjadi pengalaman yang luar biasa buat diri saya pribadi.

Sela Darmiayati- RK-REBONK

Posted in YP

Published by

yayasanpalung

Yayasan Palung, berdiri sejak tahun 2002. Yayasan Palung (YP) merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan terhadap orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.