Inilah Ragam Buah Hutan Yang Paling Disukai Oleh Enggang, Orangutan dan Satwa Lainnya Di Hutan Kalimantan

ragam-buah-buahan-hutan-yang-menjadi-kesukaan-orangutan-dan-burung-enggang-foto-dok-yayasan-palung-5673935ab17e610e0737a6c7

Ragam buah-buahan hutan yang menjadi kesukaan orangutan dan burung enggang foto dok. Yayasan Palung

Ragam jenis tumbuhan berpadu menjadi satu dengan ragam buah-buahan hutan di hutan tropis Kalimantan, lebih tepatnya di Lubuk Baji (Zona pemanfaatan Taman Nasional Gunung Palung). Ragam Tumbuhan dan buah-buahan hutan inilah menjadikan sumber makanan yang paling disukai oleh penghuni hutan itu.

Keberadaan dan ketersediaan buah-buahan hutan menjadi salah satu tanda, hutan yang dimaksud masih baik adanya dan keberadaannya. Jika musim buah tiba walaupun tidak musim buah raya, keberadaan buah-buah hutan tersebut sebagai pelengkap dan pendukung keberlanjutan nafas hidup yang baik bagi satwa di wilayah itu (Lubuk Baji).

Buah asam kalimantan, rambutan hutan, durian hutan, cempedak hutan, buah Ficus sp (kayu ara), buah pelanjau dan buah kapul setidaknya itulah yang tersedia di beberapa wilayah Kalimantan. Selain itu,   beberapa buah-buahan hutan tersebut diantaranya seperti Dillenia borneensis (Simpur Laki),Connarus sp (Belungai), Baccaurea dulcis (rambai hutan), Artocarpus elasticus (terap), Aporosa nitida (Belian air), merupakan makanan kesukaan orangutan dan Dysoxylum cyrtobotryum (Lantupak), merupakan makanan kesukaan orangutan dan burung enggang. Ada juga buah pala hutan dan buah tengkawang yang sangat di sukai oleh burung enggang.

Berdasarkan hasil penelitian di Stasiun Riset Cabang Panti, orangutan mengkonsumsi lebih dari 300 jenis tumbuhan yang terdiri dari: 60% terdiri dari buah, 20% bunga, 10% daun muda dan kulit kayu serta 10% serangga (seperti rayap). Tumbuhan dominan yang dikonsumsi buahnya oleh orangutan adalah dari family Sapindaceae/sapindales (rambutan, kedondong, matoa dan langsat), Lauraceae (alpukat, dan medang), Fagaceae (petai dan kacang kedelai atau termasuk jenis kacang-kacangan), Myrtaceae/myrtales (jenis jambu-jambuan), Moraceae (ficus/kayu ara) dll. Kesemua buah-buahan hutan tersebut, setidaknya itulah yang paling digemari oleh burung enggang dan orangutan beserta satwa lainnya seperti kelempiau dan kelasi.

Ketersediaan buah-buah hutan yang masih dapat dijumpai di Kalimantan, lebih khusus di Lubuk baji dan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) sedikit banyak sebagai penanda hutan di wilayah tersebut dapat dikatakan masih baik ini sebagai anugerah yang terindah bagi ragam satwa. Mengingat, ragam satwa dan jenis burung masih betah, mudah dan nyaaman untuk memperoleh makanan mereka di habitat hidup mereka.

Mengapa buah-buahan hutan begitu penting bagi satwa?. Salah satu jawabannya adalah buah-buahan banyak mengandung nutrisi seperti lemak, protein dan karbohidrat yang fungsinya untuk energi daya jelajah dan untuk meningkatkan hormon bagi perkembangbiakan mereka (orangutan dan beberapa satwa lainnya). Rutinitas memakan buah-buah hutan seperti yang dilakukan oleh satwa/primata ibarat seperti bermain bergelantungan dari pohon satu ke pohon lainnya. Demikian juga enggang, kepak sayap dan teriakan suara khas yang menjadi tanda sorak sorai mereka saat memakan buah-buahan seperti buah kayu ara.

Ragam tumbuh-tumbuhan seperti anggrek hutan menjadi pelengkap keindahan alam ketika tumbuh mekar berpadu menjadi satu dengan tumbuh-tumbuhan yang berbuah.

Untuk mencapai wilayah Lubuk Baji, diperlukan waktu untuk sampai kurang lebih 1,5- 2 jam perjalanan dari Dusun Begasing, Desa Sedahan Jaya, Kabupaten Kayong Utara (KKU), Kalbar. Di Lubuk Baji, Pesona Alam lainnya dapat dijumpai seperti Air terjun dan pemandangan dari Batu Bulan begitu memnjakan mata untuk melihat sebagian KKU dari jarak ketinggian 800 meter  dari permukaan laut. Di Lubuk Baji, kerap kali dijadikan tempat untuk fieldtrip dan belajar secara langsung di alam oleh banyak pihak seperti sekolah dan pengunjung wisata dari dalam dan luar negeri.

Ketersediaan buah-buahan hutan yang masih ada dan masih tersisa ini setidaknya menjadi tanda nyata tumbuh-tumbuhan, buah-buahan hutan dan satwa masih bisa hidup saling berdampingan, bisa terus ada hingga nanti dan lestari. semoga saja…

By : Petrus Kanisius- Yayasam Palung

Baca Selengkapnya di : http://www.kompasiana.com/pit_kanisius/inilah-ragam-buah-hutan-yang-paling-disukai-oleh-enggang-orangutan-dan-satwa-lainnya-di-hutan-kalimantan_5673994edb9373000752a863

Posted in YP

Published by

yayasanpalung

Yayasan Palung, berdiri sejak tahun 2002. Yayasan Palung (YP) merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan terhadap orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.