Inilah Para Peneliti yang Pernah Meneliti di Stasiun Riset Cabang Panti Taman Nasional Gunung Palung

Cheryl Knott bersama Suaminya Tim Laman dan anak mereka Russell dan Jessica ketika berada di Taman Nasional Gunung Palung. Foto dok. Tim Laman.

Tak sedikit para peneliti dalam dan luar negeri yang meneliti di Stasiun Riset Cabang Panti, Taman Nasional Gunung Palung  (TNGP). Banyak hal yang mereka teliti di Gunung Palung yang tak ubah seperti surga kecil karena menyimpan banyak sekali keindahan berupa flora dan fauna (keanekaragaman Hayati tumbuhan dan hewan/ satwa atau primata) seperti orangutan.

Penelitian para peneliti mencakup berbagai aspek, seperti meneliti perilaku, aktivitas dan nutrisi orangutan, beberapa di antaranya meneliti pakan (makanan) orangutan dan beberapa penelitian lainnya terkait terkait tentang sebaran hewan avertebrata di Cabang Panti. Selain itu juga  ada peneliti yang meneliti tumbuh-tumbuhan dan ekologi hutan. Sebagian besar peneliti  berasal dari luar negeri seperti dari Harvard University, Boston University, Michigan University, (USA) dan Cambridge University (UK). Ada juga peneliti dari dalam negeri (Indonesia) termasuk asisten peneliti yang ikut membantu di Stasiun Riset Cabang Panti. Dari data yang ada, tercatat sebayak 91 orang dari Indonesia yang meneliti di Stasiun Riset Cabang Panti dan 83 orang peneliti dari luar negeri. Jika di total telah ada 174 peneliti yang meneliti di Kawasan TNGP, (data peneliti dari tahun 1986-2015, data Yayasan Palung atau GPOCP sampai dengan Desember 2019 ada 104 asing dan 134 Indonesia.

Andrew John Marshall ketika memberikan materi kuliah lapangan tentang : Ekologi hutan dan sebaran hewan vertebrata. di Taman Nasional Gunung Palung. Foto dok : Yayasan Palung

Yang menarik, beberapa peneliti seperti Timothy Gordon Laman atau lebih dikenal dengan Tim Laman, dari Harvard University (USA) melakukan penelitian di Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) pada rentang waktu penelitian (tahun 1987-1988). Campbell Owen Webb, dari Dartmouth College (UK) melakukan penelitian (1991-sekarang), Andrew John Marshall, dari Harvard University dan Michigan University (USA) melakukan penelitian dari (tahun 1996-sekarang). Selain itu ada juga Cheryl Denise Knott, dari Boston University (USA) melakukan penelitian dari tahun 1991-sekarang. Mereka semua masih rutin untuk selalu berkunjung dan masih aktif meneliti di kawasan TNGP, lebih tepatnya di Stasiun Riset Cabang Panti. Beberapa penelitian menarik mereka adalah meneliti perilaku, reproduksi dan nutrisi orangutan, seperti yang diteliti oleh Cheryl Knott. Tim Laman melakukan penelitian, pelatihan jenis-jenis Ficus, sedangkan Andrew John Marshall  Andy saat ini focus dengan ekologi hutan dan sebaran hewan vertebrata.

Asisten Peneliti yang membantu Peneliti dari Dalam dan Luar Negeri ketika melakukan Penelitian. Foto dok : Yayasan Palung

Beberapa perilaku, reproduksi dan tingkat kecerdasan dari orangutan menjadi minat para peneliti. Mengingat, orangutan sebagai kera besar memiliki kemiripan 96,4 % dengan manusia. Orangutan betina juga mengalami datang bulan (menstruasi) dan mengandung 8,5 bulan- hingga ada yang 9 bulan. Hal yang menarik lainnya dari Taman Nasional Gunung Palung, karena; di kawasan ini merupakan satu-satunya kawasan hutan tropika Dipterocarpaceae (jenis kayu meranti) dataran rendah yang terbaik terluas dan masih tersisa di Kalimantan. Taman Nasional Gunung Palung memiliki 7 tipe hutan tropis dan 9 tipe habitat secara keseluruhan. Sedangkan beberapa peneliti dari Indonesia yang melakukan penelitian sebagian besar adalah mahasiswa-mahasiswi dari berbagai universitas seperti dari Universitas Tanjungpura, Universitas Nasional, Universitas Gadjah Mada dan beberapa universitas lainnya. Selain itu, ada juga dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Russell Laman bersama Ibundanya Cheryl Knott ketika mengikuti Orangutan di Gunung Palung. Foto dok : bu.edu

Adapun menurut data pada tahun 2001, jumlah populasi orangutan yang mendiami kawasan TNGP kurang lebih berjumlah 2.500 individu orangutan, data Yayasan Palung dan BTNGP.  Saat ini survei ulang sedang dilakukan oleh Beth dan Andre. Saya piker tinggal analisis hasil saja. Untuk menjangkau Stasiun Riset Cabang Panti, Kawasan TNGP diperlukan waktu 5-7 jam perjalanan dengan berjalan kaki. Sedangkan, jika menggunakan sampan bermesin bisa ditempuh dengan waktu 6-8 jam.

Camp Stasiun Riset Cabang Panti. Foto dok : Mayi/YP

Hingga saat ini, para peneliti masih melakukan penelitian mereka di Stasiun Riset Cabang Panti di Kawasan Taman Nasional Gunung Palung. Para peneliti sangat terbantu karena adanya kerjasama yang baik dengan pihak Balai Taman Nasional Gunung Palung (BalaiTNGP). Berharap semoga saja mereka bisa memberikan kontribusi bagi dunia ilmu pengetahuan (science), selanjutnya juga semoga orangutan tetap ada, terjaga dan tidak punah. Semoga saja…

Penulis : Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Editor : Wahyu Susanto- Yayasan Palung (GPOCP)

One Comment on “Inilah Para Peneliti yang Pernah Meneliti di Stasiun Riset Cabang Panti Taman Nasional Gunung Palung

  1. Ping-balik: Inilah Para Peneliti yang Pernah Meneliti di Stasiun Riset Cabang Panti Taman Nasional Gunung Palung — Yayasan Palung – Judul Situs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: