Ada Wisata Baru Lho di Kawasan TNGP, Ini Namanya

Peserta yang ikut fieldtrip di Riam Jerunjung. Foto dok : Yayasan Palung

Angin sejuk dan air yang jernih terasa saat berada di wilayah ini. ke khasan lainnya terasa ketika ragam tumbuhan rimbun terlihat mendominasi. Tidak hanya itu, di kawasan ini pun ternyata adalah rumah satwa dilindungi karena dijumpai tanda-tanda keberadaan berupa sarang baru orangutan. Ini kami jumpai saat mengadakan fieldtrip bersama siswa-siswi kelas 9 SMPN 3 Matan Hilir Utara  selama 3 hari di kawasan TNGP dan ternyata wilayah ini wisata baru lho  di Kawasan TNGP.

“Kami beduak dengan Riduwan te, betemu/ meliat sarang baru bah. Itu kayaknye sarang orangutan, tipe sarang kelas A, lah sepertinya” (Kami berdua dengan Riduwan betemu/melihat sarang baru. Itu sepertinya sarang orangutan, tipe sarang kelas A),kata Sidiq,salah seorang Relawan RebonK saat mendampingi peserta Fieldtrip tersebut.

Air sejuk dan ragam tumbuhan yang ada di wilayah ini ternyata tak sekedar sejuk dan rimbunnya tetapi ternyata menjadi media yang sangat berharga bagi peserta fieldtrip. Ragam tumbuhan dan air yang ada di tempat tersebut tak ubah sebagai perpustakaan alam sebagai tempat untuk belajar (ilmu pengetahuan/perpustakaan alam) secara langsung  di alam.

O ya, sampai lupa menyebut nama tempat atau lokasi saat kami fieldtrip, pada tanggal 2-4 Agustus 2019 kemarin itu, Namanya Riam Jerunjung.

“Riam Jerunjung adalah kawasan yang berada dalam kawasan TNGP, secara administratif masuk dalam kawasan Desa Laman Satong. Riam Jerunjung berada di Zona Pemanfaatan TNGP. Oleh pihak desa, kawasan ini dijadikan daerah tujuan baru (tempat wisata baru) berbasis alam. Selain yang sudah ada yaitu Riam Laman Bersolek yang sudah terlebih dahulu di kelola”, ujar Mariamah Achmad, selaku manager pendidikan lingkungan Yayasan Palung yang saat itu mengikuti kegiatan fieldtrip.

Untuk menjangkau Riam Jerunjung, apabila dari Ketapang membutuhkan waktu 1 jam 20 menit  menuju titik pal 12 atau simpang PDAM. Selanjutnya dari simpang PDAM menuju Riam Jerunjung diperlukan waktu 1 jam perjalanan dengan berjalan kaki untuk sampai ke lokasi (Riam Jerunjung).

Saat fieldtrip, siswa-siswi pun diajak belajar tentang survei satwa, pengamatan satwa malam, sound scape forest (mendengar suara alam), analisis vegetasi dan pengamatan satwa pagi dan pengamatan indikator air bersih.

Beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh peserta saat mengikuti fieldtrip di Riam Jerunjung. Foto dok : Yayasan Palung

Para peserta menggambarkan ketika melakukan presentasi saat melakukan pengamatan satwa. Mereka menemukan kelasi, burung pelatuk dan burung kucicaK hijau atau kucicak daun. Selain itu juga mereka menemukan sarang orangutan. Sedangkan saat melakukan pengamatan indikator air, mereka menemukan jenis udang, kepiting dan ikan. Kualitas air di wilayah tersebut dipastikan sangat baik karena sumber airnya langsung hutan yang masih baik.

Setelah dilakukan pengamatan, selanjutnya peserta fieldtrip melakukan presentasi. Mereka terbagi menjadi 4 kelompok yaitu; orangutan, bekantan, berunang madu dan trenggiling. Mereka pun diminta untuk menyajikan data hasil pengamatan dan mempresentasikannya. Mereka (peserta) juga diajak untuk menampilkan kemampuan mereka dalam malam pentas seni.

Selain itu, peserta fieldtrip juga diajak untuk bermain tubing (arung jeram).  Peserta pun satu persatu mencoba arung jeram dengan mengarungi sungai menggunakan ban bekas. Sebelumnya (di pagi hari) peserta dan panitia fieldtrip melakukan senam pagi bersama.

Pada saat melakukan kegiatan selalu diselingi dengan permainan/ice breaking. Semua peserta tampak antusias mengikuti semua rangkaian kegiatan.

Adapun peserta yang ikut dalam acara fieldtrip berjumlah 47 orang siswa/siswi SMPN 3 MHU, dua guru pendamping (Didit, Bapak Markus dan Tia) dari BTNGP ( Doni dan Supiandi) dan dari BOCS ( Ifri, Mega, Reni, Sony, Ari dan Fitri) sedangkan dari Yayasan Palung (Mariamah Achmad, Haning dan Riduwan) serta Sidiq dari Relawan RebonK.

Semua Rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana dan mendapat sambutan baik dari peserta.

Petrus Kanisius- Yayasan Palung

Tulisan ini sebelumnya pernah dimuat di Tribun Pontianak : https://pontianak.tribunnews.com/2019/08/14/tribunwiki-yuk-kenali-riam-jerunjung-wisata-baru-di-kawasan-taman-nasional-gunung-palung

Posted in YP

Published by

yayasanpalung

Yayasan Palung, berdiri sejak tahun 2002. Yayasan Palung (YP) merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan terhadap orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.