Rayakan Hari Bumi Relawan RebonK Tanam 320 Bakau di Pesisir Pantai Pasir Mayang

Rayakan Hari bumi 2019, Relawan melakukan penanaman bakau di Pasir Mayang (27/4), kemarin.

Hari hujan di Sabtu pagi (27/4) kemarin, tidak menyurutkan semangat Relawan RebonK (Relawan Bentangor untuk Konservasi) saat merayakan hari bumi dengan aksi mulia mereka menanam bibit bakau di pesisir Pantai Pasir Mayang, Desa Pampang Harapan, Sukadana.

Dalam kegiatan perayaan hari bumi kali ini, terlihat sebelum dilakukan penanaman bibit bakau terlebih dahulu dilakukan kegiatan upacara. Setelah rangkaian upacara selesai dilanjutkan dengan penanaman bakau.

Berikut ini Foto-foto dokumentasi Yayasan Palung tentang Hari Bumi yang dirayakan oleh RebonK dan Yayasan Palung :

Panitia melakukan pengarahan kepada peserta untuk dibagi dua  kelompok penanaman. Kelompok pertama melakukan penanaman di pesisir sebelah kanan pantai Pasir Mayang. Sedangkan kelompok dua di pesisir  pantai sebelah kiri. Setidaknya ada 320 bibit bakau yang ditanam oleh Relawan RebonK (relawan konservasi binaan Yayasan Palung). 

Perayaan hari bumi  dengan rencana penanaman bakau ini telah direncanakan sejak bulan Januari lalu, oleh Relawan RebonK dan Yayasan Palung. Beberapa bibit yang akan ditanam hari itu (27/4), merupakan bibit-bibit bakau yang dikumpulkan oleh  teman-teman relawan dari beberapa tempat, kata Simon Tampubolon, dari Yayasan Palung.

Lebih lanjut Simon sapaan akrabnya mengatakan, penanaman bakau ini penting dilakukan di sekitar Pantai Pasir Mayang sebagai cara dari kami dan relawan untuk antisipasi meluasnya abrasi yang terjadi. Kita juga melihat di bibir pantai pohon-pohon sudah sedikit. Penanaman bakau yang dilakukan hari ini juga merupakan bentuk kerja nyata/aksi kami yang tidak berhenti hari ini. Kami pun tak sekedar menanam, tetapi kami akan memantau bahkan hingga pohon bakau jadi (tumbuh). Jika pun beberapa tanaman yang kami tanam hari ini diantaranya tidak hidup, kami akan menanamnya kembali. Selain juga kami akan rutin untuk memantau dan merawatnya, ujar Simon lagi. 

Lihat Foto-foto kegiatan di Instagram :

Dalam kata sambutannya, Ranti Naruri mewakili Yayasan Palung mengatakan; penanaman pohon bakau yang kita lakukan hari ini sebagai cara kita untuk merawat dan menjaga yang tersisa. Kita semua yang ada di sini, para Relawan, komunitas, Para Sispala dan kelompok pencinta lingkungan sudah sepatutnya untuk peduli dengan lingkungan sekitar. Terutama juga kita harus menghargainya dengan tidak merusak dan tidak membuat pantai menjadi kotor dengan sampah-sampah yang ada. Kepedulian kita hari ini berharap ada manfaatnya untuk generasi kita selanjutnya dan yang pasti aksi dan cinta yang nyata kepada bumi dengan cara-cara sederhana.

Kegiatan penanaman bakau dalam perayaan hari bumi mendapat dukungan yang sangat baik dari berbagai komunitas, kelompok petani dan para Sispala yang ada di Kabupaten Kayong Utara serta peserta perorangan dan Kelompok tani menjadi perayaan hari bumi sangat spesial (khusus) karena mendapat dukungan dari berbagai pihak yang menyempatkan diri hadir dalam kegiatan tersebut.

Adapun teman-teman komunitas yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan hari bumi yang dilakukan oleh Relawan RebonK dan Yayasan Palung dihadiri oleh; Sispala Land (SMKN 1 Sukadana), Sispala Tapal (SMKN 1 Simpang Hilir), Sispala Gardapena (SMAN 2 Simpang Hilir) , Sispala Ganasanda (SMAN 2 Sukadana), Sispala Peramas Sakti (SMAN 1 Sukadana), Muhammad Zulkarnaen (Duta Lingkungan Kayong Utara), Komunitas Pandara Bersaudara, Kelompok Tani Meteor Garden, Comunity Kebersamaan, Tracker Kayong Utara, Ekspedisi Alam Kalbar dan Petani Muda Mandiri.

Setelah dilakukan penanaman bakau, relawan RebonK bersama dengan berbagai pihak melakukan bakti sosial dengan membersihkan sampah di sekitar pantai Pasir Mayang.

Terlihat cukup banyak sampah yang terkumpul dari hasil melakukan bersih-bersih sekitar pantai (bakti sosial/baksos). Sampah plastik, bungkus rokok, tisu, pipet,kaleng dan botol kaca, sendal jepit,  bekas jaring pukat, bungkus mie instan dan botol minuman air mineral terlihat sangat mendominasi. Setidaknya ada 15 kantong besar jumlah sampah yang terkumpul saat kami melakukam baksos setelah penanaman bakau pada perayaan hari bumi tersebut.

Semoga saja tanaman-tanaman bakau yang ditanam tersebut dapat tumbuh dan bisa menjadi pencegah abrasi dan berharap pula kepada pengunjung pantai agar tidak membuang sampah sembarangan di sekitar pantai. 

Petrus Kanisius- Yayasan Palung

Posted in YP

Published by

yayasanpalung

Yayasan Palung, berdiri sejak tahun 2002. Yayasan Palung (YP) merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan terhadap orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.