Adakan Seminar Public Speaking Bagi Perempuan Sebagai Pemilih Pemula

“Perempuan Sebagai Pemilih Pemula”

Komisioner KPUD Kabupaten Ketapang, Ari As’ari  ketika menyampaikan presentasi terkait siapa pemilih pemula dalam 
Seminar Public Speaking Pemilih Pemulapemilu legislatif dan presiden 2019. Foto dok : Yayasan Palung

Senin, 10 Desember 2018 pekan lalu, bertepatan dengan hari Hak Asasi Manusia (Hari HAM Sedunia), YayasanPalung, Duta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ketapang (DP3AK) dan FAMM-INDONESIA secara bersama-sama mengadakan Seminar Public Speaking Pemilih Pemulapemilu legislatif dan presiden 2019.

Rangkaian kegiatan tersebutdirasa perlu untuk dilakukan (disosialisasikan) kepada pemilih pemula yang padakesempatan tersebut mengundang adik-adik dari sekolah-sekolah yang ada diKabupaten Ketapang, lebih khusus bagi mereka yang berumur 17 tahun ke atas.


Peserta yang ikut ambil bagian dalam Seminar Public Speaking Pemilih Pemula pemilu legislatif dan presiden 2019. Foto dok : Yayasan Palung

Sebagai pemateri di sesi pertama dengan materi terkait bagaimana Tata Cara Pemilu dan sekaligus penyampaian sosialisasi pemilih pemula adalah dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Ketapang, yang pada kesempatan tersebut disampaikan oleh Komisionernya Ari As’ari.

Dalam penyampaian presentasinya, Komisioner KPU mengajak pemilih pemula untuk berpartisipasi saat pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada tahun 2019 mendatang. Dengan kata lain, KPU berharap agar pemilih pemula dapat menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara agar tidak golput.

Pada sesi kedua dilanjutkandengan materi presentasi tentang Analisa Gender dan Ketimpangan Gender dalamPengelolaan Sumber Daya Alam yang disampaikan oleh Monalisa Pasaribu darilembaga Aid Enviroment Indonesia. Pemaparan dari materi presentasi yangdisampaikan adalah terkait  gender. Termasukbagaimana realita hak-hak perempuan yang boleh dikata masih minim dalam hal focusperhatian untuk diakomodir sepertinya misalnya masih minimnya wakil rakyat didaerah lebih khusus di perempuan di berbagai sektor tidak terkecuali penentu kebijakan. Selain itu juga dijelaskan pula terkait masih adanya kekerasan terhadapperempuan.

Merujuk dari data  CATAHU Komnas Perempuan, tahun 2018 menyebutkan; Tahun 2017 jumlah kasus Kekerasanterhadap Perempuan (KTP) yang dilaporkan meningkat sebesar 74% dari tahun 2016yaitu 348.446, jumlah ini melonjak jauh dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar259.150. Dengan demikian, perlu adanya kesadaran kolektif masyarakat untukmenurunkan jumlah kejadian Kekerasan terhadap perempuan di Indonesia.

Beberapa pesan yang berhasil mereka buat pada saat diskusi. Foto dok : Yayasan Palung 

Pada Sesi terakhir, MariamahAchmad dari Yayasan Palung menyampaikan presentasi tentang bagaimana membuat PesanKampanye dan Public Speaking. Pada sesi ini, pemateri mengajak peserta yangterdiri dari 86 orang yang berasal dari 10 sekolah di tingkat SMA/MA dan SMK diKabupaten Ketapang tersebut diajak untuk membuat pesan-pesan kampanye sepertimembuat pesan kampanye tentang lingkungan, membuat pesan kampanye tentanghak-hak perempuan. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan mereka praktekmembuat pesan kampanye dan  selanjutnyamereka menyampaikannya melalui presentasi.

Beberapa pesan Kampanye yang berhasil mereka buat. Foto dok : Yayasan Palung

Dalam setiap sesi dipersilakankepada peserta untuk berdiskusi atau pun bertanya terkait materi yangdisampaikan.

Ko Susanti selaku ketua DP3AK berharap, semoga kegiatan seminar seperti ini bisa bermanfaat dan dapat meningkatkan kesadaran bagi perempuan untuk semakin menghargai pribadinya secara bijaksana dalam segala hal untuk maju dan berkembang menjadi perempuan yang tangguh.

Dalam kegiatan yang dimulai sejak pagi menjelang petang tersebut, peserta seminar diajak mengampanyekan kegiatan tanpa memakai wadah minuman kemasan plastik sekali pakai dengan menyediakan botol minuman wadah lama pakai BPA free untuk peserta, kata Mariamah Achmad.

Ini juga pesan yang ingin disampaikan secara bersama-sama. Foto dok : Yayasan Palung

Serangkaian kegiatan yangdiselenggarakan di ruang Aula Dinas Pertanian, Perkebunan dan PeternakanKabupaten Ketapang tersebut berjalan sesuai dengan rencana dan mendapatsambutan baik dari peserta.

Petrus Kanisius-Yayasan Palung

Posted in YP

Published by

yayasanpalung

Yayasan Palung, berdiri sejak tahun 2002. Yayasan Palung (YP) merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan terhadap orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.