Masyarakat Kayong Lestarikan Lingkungan dengan Membuat Tikar Pandan

tikar-pandan-foto-dok-yayasan-palung
Tikar Pandan, anyaman dari pengrajin. Foto dok. Yayasan Palung

Dahulu kala, tikar pandan dalam masyarakat Melayu di Kabupaten Kayong Utara (KKU) merupakan salah satu bukti nyata bahwa seorang wanita dinyatakan siap menikah apabila wanita tersebut sudah bisa menganyam tikar pandan dan begitu juga sebaliknya wanita tersebut tidak boleh menikah kalau belum bisa menganyam tikar pandan.

Di tahun 2016 ini rata-rata penghasilan dari masing-masing pengrajin yang ada di kelompok Ibu Ida atau “Ida Craft” adalah sebesar Rp.1,500,000/ bulan dari penjualannya kepada pemerintah, selain juga beberapa tas anyaman dari pandan dipesan dari pengrajin untuk gawean (acara) Sail Karimata 2016.

Baca Selengkapnya di : http://www.kompasiana.com/pit_kanisius/masyarakat-kayong-lestarikan-lingkungan-dengan-membuat-tikar-pandan_57eb895d0f93730e14090303

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: