#‎RainforestLive: Mengenal Langsung Aktivitas di Hutan Hujan

Rainforest Live 2016 Foto logo dok. OUTROP

Rainforest Live 2016 Foto logo dok. OUTROP

Banyak cara yang digunakan untuk memperkenalkan masyarakat kepada lingkungan melalui berbagai pihak, seperti dari pemerintah dan pihak swasta melalui lembaga-lembaga, seperti lembaga sosial, kemasyarakatan dan konservasi. Apa yang bisa kita lakukan dan bagaimana kita menyikapinya?

Setiap tanggal 3 Juni diperingati sebagai Rainforest Live. Yayasan Palung (Gunung Palung Orangutan Project) sebagai lembaga konservasi, bersama 10 lembaga lainnya, yakni Zoological Society of London, Orangutan Foundation UK, Crees Foundation, Sumatran Orangutan Society, TEAM Network, Tamandua Expeditions, Orangutan Outreach, Swara Owa, Project Anoulak, Orangutan Tropical Peatland Project. Sebelas lembaga atau orangisasi yang tergabung melakukan kampanye untuk mengingatkan kita betapa pentingnya hutan hujan bagi tatanan kehidupan.

Tujuan utama dari kegiatan tersebut tidak lain bagi lingkungan, satwa, dan masyarakat dengan berbagai aktivitas atau kegiatan di banyak wilayah di dunia. Kampanye penyadartahuan melalui media sosial merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan hutan hujan beserta satwa dan masyarakat secara langsung. Berbagai aktivitas dilakukan dari tahun ke tahun, seolah tidak pernah berhenti untuk terlibat langsung di hutan. Adapun berbagai aktivitas yang dilakukan, seperti penelitian, penyelamatan satwa  lebih orangutan dan keterlibatan langsung di masyarakat menjadi satu-kesatuan yang tidak terpisahkan saat ini. Salah satu cara dilakukan melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang berkelanjutan dan tidak merusak hutan.

Bagaimana menyikapi dengan adanya (keberadaan hutan hujan) dan tindakan nyata secara langsung?  Mengingat wilayah hutan hujan (hutan tropis) yang berada di wilayah Kalimantan, lebih khusus di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara di Kalimantan Barat, seperti diketahui, di wilayah Kalimantan, dengan adanya hutan setidaknya terdapat sekitar 220 jenis mamalia, 420 jenis burung, 100 jenis hewan melata, dan 400 jenis ikan (Sumber data dari; Borneo wildlife). Dengan demikian, keberadaan keanekaraman hayati yang berada di wilayah tersebut sudah selayaknya untuk menjadi perhatian oleh semua pihak. Sama halnya dengan manusia perlu untuk kehidupan secara berlanjut.

Berdasarkan hasil penelitian di Stasiun Riset Cabang Panti, orangutan mengonsumsi lebih dari 300 jenis tumbuhan yang terdiri dari: 60% terdiri dari buah, 20% bunga, 10% daun muda dan kulit kayu serta 10% serangga (seperti rayap). Tumbuhan dominan yang dikonsumsi buahnya oleh orangutan adalah dari family Sapindaceae/sapindales (rambutan, kedondong, matoa dan langsat), Lauraceae (alpukat dan medang), Fagaceae (petai dan kacang kedelai atau termasuk jenis kacang-kacangan), Myrtaceae/myrtales (jenis jambu-jambuan), Moraceae (ficus/kayu ara) dll. Buah-buahan hutan tersebut setidaknya itulah yang paling digemari oleh burung enggang dan orangutan beserta satwa lainnya seperti kelempiau dan kelasi. Ketersediaan buah-buah hutan yang masih dapat dijumpai di Kalimantan, lebih khusus di Lubuk baji dan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) sedikit banyak sebagai penanda hutan di wilayah tersebut dapat dikatakan masih baik ini sebagai anugerah yang terindah bagi ragam satwa.

Seperti diketahui pula luasan tutupan hutan dari tahun ke tahun semakin berkurang. Misalnya pada tahun 2000-an, wilayah Kalimantan Barat ditutupi hutan seluas 7 juta hektar. Tahun 2011 luas hutan itu menyusut hingga tinggal 6,2 juta hektar. Penyempitan luas hutan itu terjadi karena hilangnya lahan akibat kebakaran, penebangan liar, dan pembukaan perkebunan sawit dan pertambangan, (Data dari Provinsi Kalbar). Berbagai ancaman, tantangan, kejadian yang terjadi pada hutan hujan dan segala isinya termasuk manusia sebagai penerima dampak langsung. Berbagai fakta terjadi seperti kerusakan lingkungan, seperti kebakaran, illegal logging, alih fungsi dan pembukaan lahan berskala besar yang berdampak pada hilangnya habitat bagi tidak sedikit satwa. Hal tersebut juga sangat berdampak langsung pada manusia dalam kehidupan sehari-hari dengan beragam bencana akibat ulah tangan manusia.

Keterancaman satwa begitu menyedihkan terjadi, Rekam jejak transaksi jual-beli satwa di pasar gelap kian marak dan berulang. Penindakan pun telah dilakukan, namun pelaku tidak pernah kapok. Dari tahun ke tahun fakta dan data menyuguhkan, hal dan perihal yang menyangkut ancaman nyata terhadap satwa dan tempat hidup mereka berupa hutan. Data dari Pro Fauna menyebutkan, setidaknya dalam rentang tahun 2015 ada terdapat 5.000 kasus perdagangan gelap terhadap satwa yang terungkap melalui media sosial.

Sumber kekayaan dan keanekaragaman hayati tersebut tak ubah boleh dikatakan sebagai surga bagi semua napas kehidupan. Berbagai cara dilakukan untuk mempertahankan, menjaga, melindungi serta menanam kembali wilayah hutan, meneliti berbagai satwa dan tumbuh-tumbuhan sebagai ilmu pengetahuan dan perpustakaan tak terhingga ternilainya yang sejatinya harus tetap ada dan lestari. Keterlibatan dalam memperingati Rainforest live 2016 dapat diikuti oleh semua pihak pula untuk bersama-sama mendukung demi hutan hujan, satwa dan manusia dapat berlanjut dengan cara berkampanye bersama di media sosial dengan #RainforestLive.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/pit_kanisius/rainforestlive-mengenal-langsung-aktivitas-di-hutan-hujan_57510af9db22bdc504eac98d

By : Petrus Kanisius- Yayasan Palung

 

Posted in YP

Published by

yayasanpalung

Yayasan Palung, berdiri sejak tahun 2002. Yayasan Palung (YP) merupakan lembaga non profit yang bekerja untuk konservasi orangutan dan habitat serta pengembangan masyarakat. Yayasan Palung bekerja dengan semua pihak yang mempunyai tujuan sama untuk perlindungan terhadap orangutan dan habitat di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.